azhiez novelist
Master Of Cheater

Master Of Cheater – Chapter 15: Easy Game !!!

Tap..

Tappp..

Taapp..tappp… (Sfx : Suara langkah kaki)

Nara yang kala itu melihat kearah Zie pun berkata;

“Sudah berapa kali kita masuk ke dungeon ini..??

Zie pun menjawabnya dengan nada yang rendah;

“mungkin 20 lebih kita masuk kedalam dungeon ini”

saat itu Nara dengan rasa penasaran pun berkata;

“..sekarang sudah dapat berapa gold??…”

Gold adalah mata uang dari game ini. dan untuk mencapai 1 gold, player harus membutuhkan 100 silver. dan setiap melewati tantangan yang ada di dungeon, biasanya players mendapatkan 50 silver. dan itu pun tergantung dari tingkatan setiap dungeon yang ada di ‘The Heaven’. terkadang ada juga yang mendapatkan 1 gold setelah melewati tantangan yang ada di dungeon.

Lalu Zie pun membuka menu inventorynya dan berkata;

“aku baru mendapatkan 12 gold + 30 silver”

“kalau kamu berapa..??”

Nara pun menjawabnya sambil melihat menu inventorynya;

“hmm..”

“10 gold + 73 silver”

“..mungkin karena kamu yang selalu membunuh monster..”

“..kamu mendapatkan gold lebih dari aku…”

Lalu Zie pun yang saat itu berada didepan pintu boss pun berkata kepada Nara;

“Nara…”

“lebih baik kamu tidak usah menyerang boss monster”

“dan aku pun ingin mencoba skill yang kamu beritau”

Nara pun dengan nada yang rendah menjawabnya sambil menganggukan kepalanya;

“Oke…zie…”

“aku tidak akan menyerangnya…”

Zie yang kala itu berdiri didepan pintu pun berbicara dalam hati;

“Nara bilang menggunakan skill, hanya dengan mengucapkannya saja”

“mungkin ini seperti kebanyakkan anime yang aku tonton”

“jadi menurut aku ini hal yang gampang”

Setiap job memiliki spesial skill, dan spesial skill hanya di beri durasi 30 detik. (seperti penjelasan di chapter 14), biasanya skill ini mengunakan mana cukup besar sekitar 300 mana, dan biasanya status mana tergantung setiap player, semakin tinggi status player maka semakin banyak mana yang dia punya.

Zie pun merapalkan sebuah skill

“…Concentration…”

.-=[Skill untuk berkonsentrasi pada pikiran seseorang untuk meningkatkan hit rate. (Perkuat Roh)]=-.

“…Blade Force…”

.-=[Skill untuk meningkatkan kerusakan pedang dengan memasukkannya ke mana. Memperkuat Critical Rate: 10%]=-.

“…Blade Aura…”

.-=[Skill ini sama seperti “Blade Force” namun skill ini memperkuat Critical Damage: 10%]=-.

“mungkin tiga buff ini sudah cukup”

“saatnya membuka pintu ini”

Lalu Zie yang saat itu didepan pintu yang besar pun membukanya dan berkata;

kreekk..kreeekkk.kreeeeeeekkk… (Sfx : pintu terbuka)

Zeb.. Zeb.. Zeb.. Zebb.. Zebb… (Sfx : Obor yang menyalah)

Agrrrrrhhhhhh !!!!! (Raungan Boss dalam Dugeon)

.-=[Denxhorn Zombie Boss Lv.15]=-.

“Ini sangat menakutkan”

“mungkin karena ini, game ini menjadi terkenal dimana-mana”

“tapi game ini memiliki aturan yang sangat tidak bagus”

“seperti kedondong, di luarnya mulus dan mengkilat, tetapi di dalamnya ada biji yang berduri”

“Game Sampah…!!!!”

Saat itu Zie pun mengeluarkan spesial skill;

“…Battle Mode 1 – Berserker…”

-=[Skill spesial ini hanya di miliki oleh job warrior, ini meningkatkan : Attack + 50 (+5 per Lv), Magic Attack + 50 (+5 per Lv), Defense +60 (+10 per Lv), Defense Rate +30 (+10 Per Lv), dan HP Restore + 5 (per 2 sec)]=-.

Agrrrrrhhhhhh !!!!!

Saat itu Boss monster pun menyerang Zie dan Zie pun menahannya dan berkata;

“Serangan ini”

“tidak berpengaruh”

“health point saja tidak berkurang sedikitpun”

“giliran aku yang nyerang”

“hiaaatsss….!!!!”

“ciiiiiaatttt….!!!”

“apa?? baru mau aku hajar untuk kedua kalinya…”

“Bossnya sudah mati”

“percuma aku nge-buff”

“dan percuma juga aku menggunakan skill spesial”

Lalu disaat bersamaan pun terdengar sesuatu dan sebuah kotak jatuh saat boss dikalahkan;

..Tonet-Tonet..!!… (Sfx : Kenaikan Level)

..Trap.!…. (Sfx : Hadiah jatuh dari monster)

Zie yang kala itu melihat kearah bar Exp yang berada di bawah ruang pandangnya pun berkata;

===Exp.35%

“Exp yang di dapat dari boss ini cukup besar juga…”

“..tadi padahal levelku baru level 17..”

“..dan sekarang sudah naik menjadi level 18..”

“Mungkin nanti aku akan masuk kedungeon seorang diri”

Lalu Zie yang melihat kotak didepan matanya pun berkata;

“oke selanjutnya hanya membuka box ini”

“..dan yang aku dengar dari nara..”

“Box ini berisikan item class ‘Common sampai Unique’…”

Dengan berharap keajaiban datang menghampirinya, Zie pun membuka kota itu;

“Open Box…!!!” *kata ini biasa di gunakan untuk membuka sebuah kotak.

Srrrriiingggg!!! (Sfx : sebuah item keluar dari kotak)

Nara pun terkejut dengan item yang keluar dari kotak itu dan berkata;

“Wooowww…!!!!”

“..Kamu hoki sekali zie…!!!”

Zie yang kala itu bingung pun bertanya kepada Nara;

“..Maksudmu apa…??”

Nara pun menjelaskannya apa yang didapatkan dari box itu;

“Pedang yang baru kamu dapatkan itu adalah pedang ‘Arctic blue dragon’..”

“..yang dimana pedang ini sangat sulit didapatkan..”

“..dan memiliki tingkat kesulitan 2.5% untuk mendapatkannya…”

“..di tambah lagi pedang ini hanya dimiliki sekitar 50 orang di dunia..”

“..biasanya para players menyebutnya ‘pedang legendary’…”

lalu dengan terkejut pun Zie berkata sambil melihat kearah pedang itu;

“Wahhh… itu berarti pedang ini sangat mahal jika dijual…??”

Nara pun menjawabnya dengan menaikkan satu tangannya kedagunya dan berkata;

“karena pedang ini setara dengan pedang level 100…”

“Mungkin pedang ini jika dijual bisa mencapai harga 400 juta rupiah”

“..jika kamu tau, masih ada lagi pedang diatas pedang ini…”

“..yaitu pedang ‘Unique’ …”

“dan harga dari pedang ‘Unique’ bisa mencapai 1 miliar rupiah…”

Zie pun berkata kepada nara sambil mengambil pedang yang ada di hadapannya

.-=[Arctic blue dragon ‘Legendary’]=-.

.-=[Only for warrior]=-.

“Dilihat dari statusnya..”

“..ini hanya untuk job ‘Warrior’…”

“apa kamu tidak keberatan jika aku memiliki pedang ini..”

Nara pun dengan rasa sedikit tidak mau pun berkata;

“hmm..”

“Oke… tapi jika kamu mendapatkan pedang legendary untuk job ‘Blader’ kamu harus memberikannya kepadaku…”

Saat itu Zie yang sedang menggenggam pedang itu pun berkata;

“Siap…!!!”

“..aku pasti memberikannya kepadamu…”

Meraka pun melanjutkan dungeon itu, dan saat itu mereka mencoba memasuki dungeon lagi, hingga berkali-kali mereka memasuki dungeon itu, namun tidak mendapatkan pedang ‘Legendary’ yang Nara inginkan, dan akhirnya mereka pun menyerah.

Zie yang kala itu sudah lelah pun berkata kepada Nara;

“Mungkin aku akan mencarinya sendiri..”

“lebih baik kita istirahat..”

saat itu Nara pun terlihat lelah juga, dan ia pun berkata;

“Oke…”

“aku juga merasakan lelah…”

akhirnya mereka berdua pun logout dari game bersamaan, dan berharap mereka akan mendapatkan pedang ‘Legendary’ satu kali lagi.

=========================================

Master of cheater

Novel Populer Indonesia, Novel Populer 2022

Azhiez Novelist

Untuk kalian yang sudah membaca novel ini, saya sangat berterimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara dibawah ini;

❂ Dukung penulis dengan memberikan tips/vote seadanya
❂ Follow akun penulis
❂ Berkomentar
❂ Like & Share
❂ 5 Bintang
❂ Favorit (Wajib hahaha..!!!)

✦ Terimakasih ✦

Sponsor novel ini :

Bikin Website, Sewa Tenda 24 Jam, Jual Beli Tinta Bekas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *