Master Of Cheater

Master Of Cheater – Chapter 13: Pertolongan Bagian (1)

Zie yang kala itu logout dari game ‘The Heaven’ pun menghelakan nafasnya

“Fuuuhhh…”

Lalu Nara pun bertanya kepada Zie sambil memakan sebuah coklat;

“Bagaimana..??”

“..Levelmu langsung Max…???”

Zie pun menjawabnya dengan nada rendah dan sedikit senang;

“Level tetap 1…”

“…tapi…”

“Status ku menjadi MAX..”

dan Nara pun terkejut dengan apa yang dikatakan zie dan berkata;

“Wow…!!!”

“Apa kamu sudah mencoba status mu itu..???”

lalu Zie pun menjawabnya sambil tertawa;

“..sudah dan hasilnya diluar dugaan ku… hahaha…!!!”

Saat zie masuk kedalam game ‘The Heaven’, Nara pun memiliki sebuah saran untuk zie, lalu ia pun berkata;

“Zie, lebih baik kamu mencari Gold di game ini..”

“karena 1 Gold di dalam game ini bisa dijual dengan harga 10 ribu rupiah”

“kenapa kamu tidak mencobanya terlebih dahulu saran ku ini”

“dan jika kamu sudah memiliki banyak uang, barulah kamu bisa menghancurkan game ini”

Lalu zie pun terkejut dan kagum akan saran yang diberikan olah Nara, lalu zie pun berkata sambil memegang bahu Nara;

“Itu saran yang bagus..”

“..dan juga jahat”

“aku akan mencobanya..”

“terimakasih kawan…”

Nara pun tersenyum mendengar zie berkata seperti itu, lalu ia pun berkata;

“Jangan lupa hasil bagi dua ok…”

lalu zie mengangkat jari telunjuknya kearah Nara dan berkata;

“Fuck you..!!! , kalau masalah uang nomor satu..”

Nara pun tertawa dan berkata;

“Hahahaha…”

“karena uang bisa beli coklat lagi…”

dan Zie pun teringat kalau tadi ia ingin mengajak Nara bermain ‘The Heaven’ bersama, lalu ia pun berkata;

“Nara…”

“Lebih baik kita bermain game bersama..”

“dan mencari gold…”

“apa kamu mau…??”

Saat itu nara pun menjawabnya;

“Oke…”

“Mungkin aku akan pulang sekarang…”

“karena aku tidak membawa ‘BrainRealty’-ku…”

Zie pun berkata; “Oke kalau begitu…”

Nara pun langsung pulang kerumah, dan seperti biasa, zie selalu membuat masakkan istimewanya, apa kalian tau?? yahh benar… “Mie Instant of Indonesian bye zie”, ini adalah makan serba instan yang bisa di makan oleh para mahasiswa di indonesia, karena harga yang murah, namun rasa jangan ditanya.

Dreett..Dreettt.. (Sfx : ponsel bergetar)

Zie pun mengambil ponselnya yang berada diatas meja makan dan ia pun membaca pesan dari nara;

===================================

To : Nara (Si Kampret)

===================================

Nara : Zie sorry aku lupa ngasih tau, nick aku di game adalah Naraxon

Nara : aku akan login sekarang, aku tunggu kamu di White ice

===================================

Oke…!!!

=================[Send~>]==========

Lalu Zie pun tertawa dan berkata sambil menekan tombol [Send~>];

“hahaha,,, nick dia alay juga, Naraxon, kelaksoonn… hahaha..!!!”

“perut sudah kenyang”

“bersih-bersih sudah”

“waktunya login lagi”

Dan zie pun akhirnya berbaring dan menggunakan ‘BrainRealty’ di bagian belakang kepalanya, dan ia pun masuk kedalam game ‘The Heaven’

=================

Menu Login The Heaven

=================

account : ZhieN

=================

Password : XxxxXxxxXxxx

=================

Srriinngggsss…. (Sfx : saat player masuk game)

.-=[Welcome to The Heaven]=-.

.-=[Harap tidak melakukan hal terlarang]=-.

.-=[Seperti]=-.

.-=[Hacking]=-.

.-=[Mabuk]=-.

.-=[Zina]=-.

.-=[Membunuh pemain di area safezone]=-.

Tiit..tiii…t….tii..t.. (Sfx : Kotak masuk)

Dan zie pun melihat pesan itu lalu berkata;

“Open menu”

“Friend list”

==========================

Permintaan Teman

==========================

Naraxon Lv.15 =[Accept]=-.-=[ ̶ ̷C̷a̷n̷c̷e̷l̷]=

==========================

Lalu terdengar suara kecil dan lama-lama membesar

“Hoi… hoiii… Hoiii!!”

“Hoiii… Ziee… Dimana kamu…!!!!”

“Seperti aku kenal suara ini”

“Hoiiii…!!! Disini ada yang nicknya ZhieN??”

Dan Zie pun yang saat itu sudah mendengarnya, akhirnya mendekati Nara dan berkata;

“Hoooii…!!!”

“Jangan berterik seperti itu lagi”

“apa kamu tidak lihat… para players memperhatikanmu..??”

Nara yang saat itu terkejut akan kehadiran Zie dari belakangnya pun berkata;

“hahaha…!!”

“Mereka juga tak mengenal kita…”

“..jadi tak masalah…”

Zie pun langsung bertanya kepada Nara;

“Sekarang kita kemana…??”

Nara pun menjawabnya dengan berkata;

“Mungkin kita langsung pergi ke dungeon ‘Tower of the dead’….”

Dan zie pun menyetujuinya, dan ia pun berkata;

“Ok kalau itu mau mu…”

“lalu kita pergi kearah mana..??”

Nara pun berkata;

“ayo.. ikuti aku…”

Setelah perjalanan yang panjang mereka lalui, akhirnya mereka sudah hampir sampai ke tempat dungeons, dan disaat bersamaan mereka pun mendengar perbincangan seseorang player.

“Hahaha!!!”

“anak ini tidak tau apa-apa”

“didalam game pun aturan bisa dibeli”

Mereka berdua pun hanya mendengarkan saja, dan zie pun bertanya kepada Nara;

“Mereka ingin merempas…???”

Nara pun berkata;

“Sepertinya begitu…”

Lalu pembicaraan seseorang player pun berlanjut, saat itu Zie dan Nara hanya memperhatikannya saja

“dan untuk membunuh kalian hanya perlu mengeluarkan sedikit uang”

“terlebih lagi ketua guild kami adalah salah satu orang ternama di dunia nyata”

“jadi serahkan pedang epic itu sekarang!!!”

“Wew, aku baru tau, aturan di game bisa dibeli..” ujar Nara

“Dimana para game…??” ujar Zie

“aku tak tau…” ujar Nara

“lihat itu zie… ada perlawanan..” ujar Nara

Reysuke pun bertanya kepada eriko yang saat itu memegang pedang epic itu dan berkata;

“Eriko… bagaimana???”

Lalu Eriko pun dengan senyum yang menakutkan eriko berucap;

“Serahkan saja pedang ini”

Lalu Reysuke yang saat itu tau bahwa Erikolah dalang dari semua ini, ia pun berteriak sambil mengeluarkan skill yang dimilikinya ke arah Eriko

“Baaaangggsaaatt…!!!!”

“jadi ini semua ulah mu…??”

“…Chain Explosion..!!.!!..”

Dan tiba-tiba serangan itu pun dihentikan oleh hero dengan tamengnya sambil berkata;

“…Shield Break…”

Nara yang kala itu menikmati tontonan itu pun berkata seperti komentator sepak bola;

“Sorcerer itu boleh juga, tapi sayang skillnya tidak akan ampuh jika lawannya tank”

“mereka cuma bertiga, dan ingin melawan puluhan orang…”

Reysuke pun yang saat itu melihat Heru menghalangi serangannya pun berkata;

“..jadi semua ini kalian berdua dalangnya..??”

Mereka berdua hanya tersenyum, dan lalu suara pedang yang menebas seorang player.

Nara pun terkejut saat melihat salah satu dari mereka terbunuh

“..wahhh.. parah… 1 orang di bunuh dengan gampangnya..”

“Sudah-sudah”

“cepat eriko bawa kesini pedang epic itu”

“waktu kita tidak banyak”

“Jika kalian macam-macam, kalian tidak akan bisa masuk ke game ini lagi”

“karena setiap kalian login kedalam game”

“anggota kami akan memburu kalian dan membunuh kalian”

“apa kalian paham??”

Zie yang kala itu sudah meresa kesal pun berkata;

“Si anjing satu ini, Seperti orang terkuat saja…!!!”

saat itu Nara melihat Zie ingin melemparkan pedang besarnya dan ia pun berkata;

“Apa yang ingin kamu lakukan dengan pedang itu..??”

Zie pun menjawabnya sambil berancang-ancang melempar pedang besar itu

“Sudah jelas aku akan melempar pedang besar ini ke salah satu dari mereka….”

Nara pun bersembunyi di semak-semak, dan ia pun berkata;

“Lebih baik aku sembunyi…”

“dan aku tidak ingin dalam masalah…”

“Semoga beruntung kawan…”

Zie pun berkata kepada Nara, lalu melemparkan pedang besar itu kearah salah satu dari mereka

Wuzzzzz….!!! (Sfx : Pedang terbang)

lalu Roro pun berkata kepada Reysuke

“sudah rey.. tak apa…”

“lebih baik kita anggap ini kesialan kita..”

Lalu dari arah yang tak terlihat ada sebuah pedang yang terbang dan menusuk kearah player.

=========================================

Master of cheater

Novel Populer Indonesia, Novel Populer 2022

Azhiez Novelist

Untuk kalian yang sudah membaca novel ini, saya sangat berterimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara dibawah ini;

❂ Dukung penulis dengan memberikan tips/vote seadanya
❂ Follow akun penulis
❂ Berkomentar
❂ Like & Share
❂ 5 Bintang
❂ Favorit (Wajib hahaha..!!!)

✦ Terimakasih ✦

Sponsor novel ini :

Jasa Bikin Website, Sewa Tenda 24 Jam, Jual Beli Tinta Bekas

Dilarang menyertakan link yang tidak jelas di kolom komentar, karena saya tidak akan menerima komentar dengan link spam. Terimakasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *