Master Of Cheater

Master Of Cheater – Chapter 14: Pertolongan Bagian (2)

Didalam benak seseorang pasti ada jiwa pahlawan, seperti ingin membantu seseorang tanpa ia sadari, meskipun ia sadari pun itu adalah salah satu perbuatan yang harus kita berikan “respons” yang baik.

“Jika aku menjadi game master, aku akan membuat game yang aku kerjakan aman”
“dan tidak ada sekali masalah didalamnya”
“karena seorang game master bukan hanya duduk dan melihat”
“ayah pun juga seperti itu”
“dia selalu bekerja tiap hari demi pekerjaannya sebagai game master”
“tapi yang aku liat saat ini, benar-benar berbeda”
“game ini seperti sampah”
“dan ditambah lagi peraturan bisa di beli??”
“dimana para game master??”
“sampai hal seperti ini terjadi”


….
…..

lalu Zie pun melemparkan pedang besar itu kearah salah satu dari mereka dan berteriak

“Makan nih pedang besar ini…!!!”

Wuzzzzz….!!! (Sfx : Pedang terbang)

Swinggss.. (Sfx : Pedang yang terlempar)
jreebb.. (Sfx : Pedang yang mengenai player)

Lalu mereka pun terkejut dengan pedang yang membunuh salah satu dari mereka, dan disaat itu salah satu dari mereka pun berkata;

“Siapa itu??!!…”

Zie yang kala itu mendekati mereka pun berkata;

“Hoii.. Hoii..!!! jangan terkejut seperti itu…”
“Aku adalah pahlawan kesiangan…!!!
“..apa kalian merasa takut..??”

Lalu salah satu dari meraka pun berkata;

“hahaha!!!”
“kamu cari mati??”

Zie dangan tingkah yang bodoh sambil memegang salah satu kupingnya untuk memperjelas apa yang dikatakan salah satu dari mereka pun berkata;

“Huuuhh…???”

Melihat tingkah Zie yang bodoh itu pun membuat kesal mereka, dan akhirnya salah satu mereka pun berkata dengan sangat keras;

“Semua serang dia…!!!”

Dengan cepat mereka menyerang zie, tanpa pikir panjang semua skill sudah didepan mata zie.

Duaarrrr…!!!! (Sfx : Ledakan dari sebuah serangan)

saat itu salah satu dari mereka mengira Zie sudah mati dengan serangan itu dan berkata;

“Hahaha!!!”
“Dasar sampah!!!”
“rasakan itu!!!”

Dan Zie yang kala itu berpura-pura mati sambil berbaring pun berkata;

“Apa ini yang disebut serangan..???”

Mendengar Zie berbicara semua orang disekitar pun terkejut. termasuk anggota “HighHunter”

“Apaaaaaaa..!!!!”
“Kenapa kamu masih hidup??”

Lalu Zie pun bangun dan berkata dengan percaya diri yang tinggi;

“Ya itu sudah pasti…!!!”
“..Serangan seperti itu mana bisa membunuhku..???”
“Kalian bersiaplah…”

Zie yang saat itu pun berjalan kearah mereka untuk mengambil pedang besar yang ia lempar tadi, dan mereka hanya melihat tanpa sedikitpun menyerang lagi

Tap..
Tappp..
Taapp..tappp… (Sfx : Suara langkah kaki zie)

saat itu Zie pun mencabut pedang besar itu, dan berkata;

“..apa kalian siap??..”

Zie pun yang saat itu terlihat bodoh menyerang dengan menggunakan pedang besar tanpa sebuah skill dan berkata;

“Hiyyaaaatttt !!!!!”
“Haaaaa!!!…”
“Rasakan ini !!!”
“Oke tinggal 3 orang lagi”
“Syaaattttt”
“Matii kaaauuu!!!”

Saat itu hanya satu orang yang tersisa dari mereka, dan Zie pun berkata;

“Hoii…!!! ini semua anak buah mu???”

Lalu player itu pun berkata;

“Hanya dengan pukulan biasa yang seperti amatir, dia mengalahkan semua”
“Pedang itu pun hanya pedang seorang pemula”
“Siapa kau sebenarnya???!!!”

Zie pun menjawabnya dengan jawaban yang bodoh;

“kan tadi sudah kubilang…”
“aku ini pahlawan kesiangan…”
“Kenapa?? kau mau lari?? atau kau mau mati???”
“tinggal pilih…”
“dan yang jelas aku pasti akan membunuhmu juga…”
“Hahaha…!!!”

Player itu pun berkata sambil merapalkan sebuah buff;

“Bajingan!!!!”

*Sebuah Buff di ucapkan.
“Concentration”
“Soul Blade”
“Iron Skin”
“Mirage Step”
“Aura Barrier”
“Battle Mode 1”
.-=[Battle Mode 1 adalah spesial skill dari setiap job. disaat menggunakan spesial skill, player tidak dapat menggunakan skill lagi, dan spesial skill ini hanya di beri durasi 30 detik]=-.

Zie yang kala itu tidak mengerti apa yang dikatakannya pun berkata;

“Kamu sedang sakit perut…??”

Lalu player itu pun menyerang Zie dengan sangat cepat, dan tanpa Zie hindari sedikit pun

“Hiyyyaaattsss..!!!”
“…grrraaahhh…!!!”
“..haaaaaaaa!!!”

dan setelah 30 detik berlalu, player itupun terkejut dan berkata;

“Apaaa ini…!!!”
“Semua serangan ku….”
“meski dia tidak menghindar sekalipun”
“HP dia tidak berkurang sama sekali…”
“Ditambah lagi Level ku sudah mencapai level 30”
“…Siapa kau??..”
“tidak mungkin player level tinggi ada disini”

Dan Zie pun tertawa melihat player itu yang sudah putus asa dan berkata;

“Hahahaha..!!! Terkadang kenyataan itu menyakitkan yah…”
“level..??”
“Levelku diatas para Game Master !!!”
“Hahahaha…!!!”

Dan seketika susana menjadi hening ketika Zie mengungkapkan dirinya diatas para game master, dan player itu berkata kepada Zie;

“Huh”
“kamu gila??”
“mana ada level diatas Game Master”

Dan disaat itu pula player itu pun membuka scroll teleportasi dan berbicara dalam dengan nada yang sangat rendah;

“…untuk saat ini lebih baik aku pergi..”
“..Open teleportation..”

Zie yang tau dia akan melakukan sesuatu pun berlari kearahnya dan berkata;

“..Max Speed..”
.-=[Max Speed adalah skill buff dari seorang “Warrior”]=-.

Zrrrrebbbbss… (Sfx : Suara pedang yang menusuk ke badan target)
Dan hingga akhirnya pedang besar yang digenggam Zie pun menancap di bagian tubuh player itu lalu zie pun berkata;

“Kamu mau apa…??”

saat itu player yang tertusuk oleh pedang Zie pun berkata;

“Kaaaa…aa..uuuu”
“Ju..ggaa… sang…aaatt…cep….aat”

Kriiiinngg… (Sfx : Seorang yang mati saat di dalam game)

Lalu disaat player itu menghilang, Zie pun berkata kepada Eriko;

“Hoooiii… kamu yang ada disitu…”
“Kembalikan pedang itu kepadanya…”
“..atau kau ingin mati juga…???”

Eriko yang ketakutan pun akhirnya mengembalikan pedang itu kepada Reysuke dan ia pun berkata kepada Zie;

“Tuuuaann… Boleh aku pergi sekarang..??”

Dengan senyuman mautnya Zie pun berkata;

“silakan, dan hati-hati dijalan..”

Eriko pun berbisik kepada Heru untuk pergi dari tempat itu, dan akhirnya mereka berdua pun pergi dengan ketakutan yang sangan mendalam.

Namun disisi lain ada juga yang kagum dengan apa yang dilakukan oleh zie, dan tanpa mereka sadari bahwa zie bermain curang.

Reysuke yang saat itu berdiri disamping Roro pun berkata sambil melihat nama Zie diatas kepalanya;

“Terimakasih tuan ZhieN”

Zie pun yang kala itu menunjukkan jari telunjuknya kearah wajahnya pun berkata;

“Aku..”
“Ohhh… sama-sama..”

dan dari balik pepohonan terdengar suara mendekati dan ternyata itu adalah Nara yang kala itu bersembunyi dan berkata kepada Zie;

“Hoiii zie…!!!”
“Itu tadi keren banget!!!”
“Jadi sayanggg~”

Zie yang mendengar perkataan Nara pun berkata sambil seperti memuntahkan sesuatu;

“Hoooowwekkk…”
“jijik aku mendengarnya..”

Lalu Roro yang saat itu terkagum dengan zie pun berkata;

“tuan ZhieN…”
“..boleh aku bertanya..”

Zie yang kala itu berdiri disamping Nara pun berkata;

“Ya.. tentu saja…”
“Kau ingin bertanya apa…??”

saat itu Roro yang penasaran akan Zie pun berkata;

“Tuan ZhieN sudah mencapai level berapa..?”
“dan dengan mudahnya membunuh para player itu…”

Nara yang kala itu tidak ingin mereka tau bahwa Zie hanya memiliki level rendah pun berkata;

“Zie memiliki level 80…”
“sebenernya dia kesini untuk mengajakku dungeon bersama…”
“apa kalian mau ikut…??”

Roro yang saat itu lelah pun berkata;

“tidak.. terimakasih…”
“aku sangat lelah…”

Nara pun melihat kearah Reysuke namun Reysuke pun langsung menggelengkan kepalanya, Nara pun akhirnya berkata;

“Ok kalau begitu…”

Roro dan reysuke pun kembali ke Kota “white ice”. lalu zie dan nara pun melanjutkan untuk masuk ke dungeons.

=========================================

Master of cheater

Novel Populer Indonesia, Novel Populer 2022

Azhiez Novelist

Untuk kalian yang sudah membaca novel ini, saya sangat berterimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara dibawah ini;

❂ Dukung penulis dengan memberikan tips/vote seadanya
❂ Follow akun penulis
❂ Berkomentar
❂ Like & Share
❂ 5 Bintang
❂ Favorit (Wajib hahaha..!!!)

✦ Terimakasih ✦

Sponsor novel ini :

Jasa Bikin Website, Sewa Tenda 24 Jam, Jual Beli Tinta Bekas

Dilarang menyertakan link yang tidak jelas di kolom komentar, karena saya tidak akan menerima komentar dengan link spam. Terimakasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *